Kuminta maafmu Sayang, jika sering membuatmu menangis
walau kerap kau katakan mata indahmu sedang kelilipan
Kuminta maafmu Cantik, jika selalu
memintamu menanggung beban seberat batu kali di pundak mungilmu
walau sambil senyum kau bilang itu hanya batu apung
Kuminta maafmu Cinta, karna sampai kini
hanya tersedia gubuk kecil untukmu dan anak-anak berteduh
walau kerap kau katakan itu istana terindah yang selalu kau impikan
Kuminta maafmu Kasih, ketika tiada hadirku
kala melewati jalan berbatu berduri menggendong tiga buah hati kita
walau dengan tawa kecil kau bilang kalian sedang bergembira
Kuminta maafmu Manis, karna ingin dan egoku
terpaksa kau putus cita dan karir seakan sia tinggi sekolahmu
walau lembut kau jawab jika dari rumahlah karirmu kau tapak
Kuminta maafmu Sayang, karna dengan segala kekuranganku
lancang kuminta kau untuk jadi pendamping hidupku
walau selalu kau sebut itu keputusan terindah dalam hidupmu
Sadar bahwa sering ku lupa, tak ringan pengorbananmu, maafkanku…
dan, karna tak ada di dekatmu sekarang,
Selamat Ulang Tahun … Istriku, Bidadariku, Marsianti
Sungguh engkaulah anugrah terindah,
dari Allah kepada mahluknya yg hina ini.
Seakan dikirim agar tak sesat diri ke kampung akhirat.
Terima kasih isteriku, Qurrota ‘aini (penyejuk mata)
p.s.
Maaf, jika suamimu ini selalu minta maaf,
gara-gara ketularan Mpok Minah di Bajaj Bajuri.. ;p
Dan,..gak perlu minta maaf sih harusnya,
salahnya sendiri you said “I do” when I asked “would you marry me”
Maret 25, 2007 pukul 12:36 pm |
maaf kalau jadi ikutan terharu…Pri n Anti, banyak cerita kalian berdua yang bagusnya jadi inspirasi buat banyak pasangan yang sering lupa pentingnya arti menghargai dan meminta maaf satu sama lain (termasuk gue kali nih ya maksudnya ???). Buat Anti, selamat ulang tahun ya…N happy anniversary juga…(eh, bulan maret bukan ?)
April 14, 2007 pukul 11:05 am |
Depannya sih romantis, mengharu biru….
Terakhirnya jelas banget deh gilanya, kaco lu nyalahin Anti bilang I do, klo dia gak bilang gitu gimana nasib loe kini..
April 14, 2007 pukul 12:13 pm |
Nana:
Selamat anniversery juga ya bu..! (kalo gak salah cuman beda tiga hari khan.?)
Mbak Yul:
(..?? perasaan sampe kalimat terakhir, gue baca, menurut gue masih romantis ..?? :p ). Tapi bener banget bu… untung aja masih ada yg rela ‘berkorban’ untuk jadi istri gue. Kalo nggak, wah nggak tau deh nasib gue gimana, luntang-lantung mungkin.